Bola Salju & Mbah Marijan

19 11 2008

By : Mr. Andri Ariestianto

Semula saya menganggap bahwa bisnis MLM adalah menawarkan produk dari rumah ke rumah dari pintu ke pintu dengan membawa barang dagangan. Jika perlu setiap orang yang kita temui kita tawarkan produk yang kita bawa. Akan tetapi setelah 2 minggu berselang saya mulai agak sadar bahwa yang mungkin sudah saya lakukan kurang tepat, toh saya nggak menyesal.

Gimanapun saya berpikir pernah merasakan susahnya menawarkan produk yang saya bawa, padahal teman yang menawarkan bisnis ini kepada saya mengatakan bahwa produk yang saya bawa ini adalah produkproduk berkwalitas. Kemudian saya coba hubungi teman saya yang menawarkan bisnis ini kepada saya yang biasanya disebut sponsor. Saya ceritakan semua pengalaman-pengalaman saya kepada sponsor saya, apa yang terjadi ? Sponsor saya malah tertawa terus, nah….khan. Hampir semalaman saya ngobrol dengan sponsor saya, yang membuat semalaman saya tidak bisa tidur nyenyak.

Dengan sabar sponsor saya menjelaskan bahwa saya sudah mulai berbisnis masa depan bukan hanya bisnis menjual produk saja. Mulai hari-hari berikutnya saya mulai “bercerita” kepada teman-teman saya, bahwa saya mempunyai bisnis yang luar biasa hebat. Di antara teman-teman yang mendengar cerita saya muncul berbagai tanggapan, ada yang positif bahkan banyak yang negatif. Toh saya tetap saja bercerita terus kepada siapa saja, karena sponsor saya pernah bilang bahwa bisnis ini mudah dijalankan , kita hanya bercerita saya layaknya kita tiap hari bercerita kepada siapa saja.

Semakin banyak & sering bercerita mulai banyak teman-teman saya mulai tertarik dengan produk yang saya ceritakan, bahkan dari beberapa teman mau ikut bisnis MLM saya. Di saat bercerita saya merasa enjoy sekali, karena saya samakan waktu saya bercerita tentang apa saja yang saya alami atau lihat kepada orang lain. Sehabis betulin mobil saya cerita kepada adik saya, sehabis nonton film pasti saya cerita padahal mungkin orang yang saya ceritain mungkin juga nonton, kadang kita nonton tv rame-rame kita juga saling cerita, nah.. Coba kalau kita lihat, dalam 1 hari pernahkah kita tidak cerita ?

Bercerita mungkin merupakan kebiasaan yang dilakukan secara spontan tanpa scenario, dan hampir semua orang tiap hari pasti bercerita. Jangankan orang dewasa, anak-anak kecil khususnya anak TK paling jago juga kalau disuruh bercerita dan mereka spontan tanpa ada yang menyuruh. Nah, di bisnis MLM ini kita hanya disuruh bercerita aja persis dengan yang kita lakukan secara spontan setiap hari, Cuma bedanya kalau sehari-hari kita bercerita kita tidak mendapatkan komisi, nah di bisnis MLM kita bisa mendaptakan komisi jutaan rupiah, milyar dan rupiah dengan hanya bercerita. Apa salahnya kalau sekarang kita bercerita ada yang kasih uang.

Berlanjut ke cerita saya kepada teman-teman tentang MLM tadi akhirnya banyak yang mengikuti saya untuk bergabung dalam bisnis MLM saya. Merekapun merubah kebiasaan bercerita apa saja dengan bercerita tentang bisnis MLM yang mereka jalankan kepada teman-teman lainnya. Pada awalnya hanya 4-5 orang teman saya yang mulai menjalankan bisnis MLM ini dari cerita saya. Di rumah pun saya cerita kepada adik saya dan beberapa saudara, dari mereka mulai juga bercerita kepada teman-temannya.

Kalau diurut-urut awal mula cerita dari sponsor saya kepada saya mulai banyak orang yang melakukan cerita yang sama, dari sponsor cerita ke saya, saya cerita ke teman, teman cerita ke temannya lagi, temannya lagi cerita ketemannya lagi dan terus terus cerita bergulir. Mungkin saya ibaratkan seperti bola salju yang menggelinding dari puncak pegunungan salju, semakin lama semakin besar bola salju nya yang terus menggelinding, jangankan gubuk di sawah, rumah atau pohon pun bisa tumbang / roboh terhantam bola salju….!!!

Mungkin Mbah Marijan akan berpikir ulang untuk menghadapi bola salju sebagaimana dia berani menghadapi lava Gunung Merapi…??? Mengherankan memang, ada suatu bisnis yang kalau diceritakan terus bisnis tersebut akan berkembang. Sedangkan ada kebanyakan bisnis ataupun usaha banyak sekali yang dirahasiakan. Pernahkah anda menanyakan kepada para konglomerat-konglomerat tentang rahasia bisnisnya ? dan mereka akan bercerita tentang rahasia-rahasianya ? atau coba tanyakan kepada warung makan langganan anda tentang rahasia resepnya supaya makanan yang kita buat jadi enak & laku keras.

Mungkin saya yakin si pemilik warung makan tersebut dengan sangat berat hati tidak memberikan “rahasianya”. Sekarang kalau anda tanyakan kepada sponsor anda ataupun pemimpin-pemimpin bisnis MLM anda tentang rahasia suksesnya, tanpa anda minta pun mereka dengan sendirinya pasti akan bercerita !! Hampir semuanya akan bercerita kepada anda. Nah…itu baru sedikit cerita tentang sebuah produk yang dipromosikan. Pertanyaannya bagaimana kalau produk yang dipromosikan adalah “PULSA” ? Sebuah produk yang pasti DIBUTUHKAN dan DIBELI semua orang, dari mulai anak SD sampai orang tua. Semua orang akan panic jika di handphonenya tidak ada pulsa. Betul…tidak…? Tapi, ngomong-ngomong pernahkah Anda mengetahui bentuk pulsa itu sendiri ?!#?!$?? Bagaimana dengan Anda ?


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: