Kapal Titanic & Gunung Es

19 11 2008

By : Mr. Andri Ariestianto

Bila anda salah satu penggemar film romantic macam film “Titanic” yang dibintangi Leonardo De Caprio dan Kate Winslet, tentunya anda masih teringat ceritanya tatkala kapal pesiar dan terbesar di jamannya itu tenggelam di laut es. Awal mula tenggelamnya kapal “raksasa” tersebut dikarenakan menabrak gunung es yang ada di lautan.

Sebenarnya kalau dilihat dari besarnya puncak gunung es yang tidak terlalu besar mungkin kapal mewah tersebut cukup kuat untuk menahannya, tetapi badan gunung es yang ada di dalam laut yang tidak tampak yang membuat kapal pesiar tersebut robek puluhan meter yang membuat alasan kapal tersebut akhirnya tenggelam.

Penulis menggambarkan bahwa gunung es di laut sama seperti kebanyakan orang jika berbicara mengenai bisnis Network Marketing atau yang lebih populer dengan sebutan Multi Level Marketing (MLM). Banyak orang mengaku bahwa mereka tahu benar tentang system MLM karena mereka terlibat aktif / pasif dalam kegiatan perusahaan MLM, mungkin penulis bisa memaklumi. Tetapi dari kebanyakan orang yang tidak pernah terlibat dalam suatu bisnis MLM pun banyak yang mengaku sudah tahu betul akan bisnis MLM, nah…!! Itu tidak bisa dimaklumi.

Yah, memang kita maklumi juga bahwa bahwa kebanyakan dari kita mengetahui hanya sekedar 1-2 kata aja mengakunya sudah tahu 1-2 juta kata, sama seperti gunung es di laut lepas. Kalau dilihat dari laut langsung puncak gunung es memang kecil, tapi coba kalau kita lihat dari batas permukaan laut ke dalam, waoow… besar sekali. Mungkin gambaran akan orang-orang yang “tahu” akan bisnis MLM seperti itu. Tahu nya sedikit tapi ngakunya sudah banyak tahu.

Umumnya mereka belum pernah merasakan bagaimana rasanya dikejar-kejar uang di bisnis Networking. Sebaiknya… selama mereka belum pernah dikejar uang, ikutlah terlibat di dalam bisnis Networking dan fokus untuk menjalankan minimal 1- 2 tahun dulu, setelah itu berilah komentar. Fakta: “Kenapa sekarang banyak pengusaha yang berlomba-lomba memasarkan produknya dengan sistem jaringan ?”.

Jangankan sabun cuci, atau produk kesehatan, lha..wong pulsa saja… sudah di network-kan. Mungkin budaya kita yang membuat orang tidak mau belajar untuk melihat lebih dalam akan kekuatan bisnis MLM. Menurut penulis sendiri di dalam bisnis MLM banyak sekali aspek yang berhubungan, tidak hanya bisnis ini bisa mendapatkan keuntungan yang besar. Mungkin dengan blog ini penulis bisa memberikan sedikit gambaran dan cerita-cerita mengenai bisnis MLM. Toh, apa salahnya jika kita berbagi cerita membuat kita akan tambahan informasi mengenai bisnis MLM, sehingga kita bisa melihat “gunung es” di laut tidak hanya melihat puncaknya saja tetapi berusaha menyelam ke laut untuk melihat gunung yang sebenarnya. Bagaimana dengan Anda ?


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: