Surat Untuk Mahasiswa

26 11 2008

Di sanalah… aku berdiri… jadi PANDU IBU KU

Minta sepeda motor, tapi tidak jelas mau dipake apa dan mau kemana. Itulah keadaan Mahasiswa kita sekarang. Hanya sedikit di antara mereka yang benar-benar tau akan tujuannya kuliah. Bahkan kadang mereka yang bersungguh-sungguh ini berlatarbelakang ekonomi yang sebenarnya cukup susah untuk kuliah.

Mahasiswa, adalah sebuah pilihan setelah SMA namun bukan pelarian. Pilihan untuk menunjang apa yang dicita-citakan sejak kecil. Ya memang susah jika kita besar di lingkungan yang rata-rata orangnya bermental plegmatis. Senang kepada hal-hal yang berbau rutinitas dan takut pada tantangan.

Hai adik-adik mahasiswa, jika kalian memilih kuliah hanya sebagai pelarian, mendapatkan prestise yang sebenarnya hanya pengangguran terselubung; mending kalian berhenti dari sekarang. Kasihan orang tua kalian, yang kadang sibuk cari pinjaman untuk bayar SPP kalian. Jika kalian mengaku kaum intelektual muda, tunjukkan dengan IP kalian yang bagus, prestasi yang mengagumkan, kuliah yang rajin.

Jangan hanya berteriak-teriak demo, padahal senang kalau hari itu tidak ada kuliah. Seperti slogan kami waktu 98, JADWAL KULIAH JANGAN MENGGANGGU JADWAL DEMO.

Jangan protas protes masalah ini itu padahal nilai ujian kalian sendiri bisa diprotes orang tua kalian. Jangan menentang keputusan siapa dan tentang apa, namun ketika ditanya solusinya kalian lepas tangan. Itu bukan Mahasiswa Ksatria, tapi Mahasiswa Taman Ria.

Kita boleh bangga jika bisa kuliah, tapi ingat! Kadang ada yang dengan terpaksa bekerja keras selepas SMA karena keinginannya untuk kuliah tidak terwujud. Namun, kerja keras mereka lebih berarti bagi bangsa ini ketimbang almamater yang kalian gunakan untuk tawuran dengan kampus sebelah.

Kalian begitu bergelora, terbakar semangat persatuan ketika demo kalian di hadang oleh Polisi. HANCURKAN POLISI! Anjing Pemerintah! Dan kalian berhamburan, melempari, menendang, keluar dari mulut kalian kata-kata yang tidak sepantasnya di sandang oleh seorang MAHASISWA. Di mana PIKIRAN kalian? Tidak sadar kah kalian bahwa yang kalian anggap Anjing Pemerintah itu saudara kalian sendiri? Di balik seragam mereka yang kalian caci itu, mereka juga manusia biasa, juga punya keluarga, juga RAKYAT yang harus kalian bela.. Itu kah INTELEKTUAL yang baik?

Lalu bagaimana nanti nasib bangsa ini, jika tunas-tunas harapan bangsa ini ternyata lebih PARAH dari apa yang mereka anggap RUSAK?

Apa yang bisa kalian banggakan di hadapan Ibu Pertiwi?

Apa yang sudah kalian berikan untuk Ibu Pertiwi?

Bercerminlah sebelum kalian mengomentari cermin orang lain.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: